| Laporan Yoga Gembira 28 Maret 2009 |
|
|
|
| Written by Administrator |
| Tuesday, 31 March 2009 00:00 |
|
There are no translations available. Sebagai bentuk tanggungjawab dan ikut mendorang iklim keterbukaan atau transparansi dalam tata kelola kemasyarakatan, saya sampaikan laporan kegiatan Yoga Gembira 28 Maret 2009. Karena ketidakbagusan saya mengelola keuangan, jangan lapa mengawasi dengan saksama hal ini, dan juga penggunaannya nanti. Salam, yudhi Sekretaris Social Yoga Club Walaupun namanya pakai “yoga gembira” dan terkesan main2, namun sesungguhnya ketika latihan yoga, ya serius, seserius-seriusnya. Walaupun ketika mengajar instruktur berkesan seperti boss, dan kadang mbossy, tapi, di luar kelas he is nothing, termasuk dalam pelaksanaan kegiatan, semuanya berdasarkan hasil diskusi yang telah dibicarakan bersama. Di tengah hari kejepit libur panjang, beberapa peserta yang biasanya sering datang, kemarin berhalangan, tapi ada juga beberapa peserta yang baru mulai bergabung. Jumlah peserta 14 orang. Latihan yoganya, dari mulai duduk tenang, latihan pernafasan, latihan asana/olah fisik, savasana (relaksasi) sampai salam penutup memakan waktu 2 (dua) jam kurang 10 menit. Sayangnya, seorang teman yang akan meminjamkan film Samsara yang akan ditonton bersama tidak datang, dan Guido sedang di luar kota/luar negeri, jd selesai yoga kami bercanda-canda santay membicarakan kegiatan Social Yoga Club di luar kelas sambil menikmati kudapan dari restoran vegetarian House of Peace. Ada usulan untuk menyalurkan hasil dana yang 20 % Yoga Gembira itu untuk bantuan ke korban jebol dam Situ Gintung, tapi karena pertimbangan sudah sesaknya partai politik mendirikan posko bantuan di dekat lokasi dan banyaknya orang yang sudah peduli, susahnya untuk tembus ke lokasi, selain jumlah dana kami yg terkumpul belumlah terlalu banyak (40rb+90rb = 130rb) jadi, yaa dengan maaf pada korban, niat mulia ini ditangguhkan. Ada rencana kami akan beryoga ria bersama anak2 panti asuhan dan penghuni penjara wanita. Kenapa penjara wanita? karena ingin mengajak Marcela Zalianti beryoga, meringankan stress-nya (haha …) *bercanda*, sebagai aplikasi nilai-nilai yoga dalam kehidupan keseharian untuk kemaslahatan ummat manusia, yang biasa disebut Karma Yoga...(halah…), selain, kata Dhinni, mulai mengamalkan, seperti anjuran Guido, menyishkan sebagian penghasilan kerja kita untuk disumbangkan pd orang2 yang dalam hidupnya kurang beruntung. Bahwa sebagai “giver” tentu lebih baik dari “taker”, seperti “tangan di atas” lebih baik dari “tangan di bawah” lah…begitu… Ikut dibicarakan juga, untuk merealisasikan yoga retreat di puncak di villa teman kami Ali Subandono, dan juga mendatangkan pembicara tamu dari disiplin di luar bidang yoga tapi tetap relevan dan komlementer bagi yoga. Laporan Keuangan Pendapatan 14 x Rp 50.00 Rp 700.000,- Pengeluaran (snack+minum) Rp. 250.000,- * ke House of Peace ========= Rp 450.000,- 20% (good karma peserta) 90.000,- * ke Kas Social Yoga Club *) ========= Rejeki Yudhi Rp 360.000,- (alhamdulillah….hahahah…) |
| Last Updated on Wednesday, 27 May 2009 03:37 |