Indonesian (Indonesia)English (United Kingdom)

 

yogah cittavritti niridhah

yoga is the cessation of movement in the conciuosness

yoga membuat keheningan dalam bathin dan pikiran

 

Events Calendar

May 2012
S M T W T F S
29 30 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31 1 2

Latest Events

No events
Home Activity Report Laporan Yoga Gembira 23 May 2009
Laporan Yoga Gembira 23 May 2009 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 25 May 2009 00:00
There are no translations available.


Yoga Gembira Bangettt…!

Teman-teman Yang Bergembira,

Sedianya acara Yoga Gembira kali ini diadakan di halaman muka Rumah Yoga Studio & Spa, seperti yang sudah juga sering dilakukan, yaitu di tempat terbuka (outdoor), tetapi kerena turun hujan, dan peserta (hanya) sembilan orang, jadi kita melakukannya di dalam studio. Dari sebagian besar peserta yang baru kali ini menginjakkan kakinya di Rumah Yoga, yang boleh dibilang salah satu yoga center yang pertama di Jakarta , menyatakan kekagumannya pada suasana dan desain interior studio. Eva, salah satu peserta berujar: “Ini mah Yoga Gembira bangettt…!”.


Bukan hanya menyediakan tempat, Rumah Yoga menyumbang buah apple impor yang merah ranum. Pada seorang yang tidak membawa matras, bisa juga memakai. Kebetulan juga di Rumah Yoga tersedia alat-alat bantu (props) seperti: balok, sabuk (belt), latihan itu rasanya menjadi lebih maksimal, dalam arti untuk menghindari risiko cedera menuju pose yang properly. Ada juga dalam ber-asana dilakukan secara berdua. Sedikit cukup disayangkan, instuktur tidak memperkenalkan cara menggunakan tali di dinding (rope) yang sangat khas ada dalam studia Iyengar Yoga, salah satu tradisi yoga. Walau demikian waktu yang hampir dua jam berlatih itu, terasa berjalan dengan cepat. Tubuh berkeringat masih kuyup - sudah harus savasana, postur mayat, sebagai penanda kelas akan berakhir, mungkin di ‘yoga gembira” itu, khusnya di awal-awal latihan ada juga unsur dinamisnya, seperti suryanamaskar, apalagi yang B, ada juga unsur melompatnya. Ini mungkin yang membuat orang berkeringat seperti latihan aerobic. Tapi yudhi selalu menekankan untuk jangan dipaksakan, susuaikan dengan kemampuannya sendiri, ada juga yudhi memberi tahu modifikasi suatu gerakan jika salah satu peserta tidak atau belum mampu sampai final pose yang diharapkan.

Setelah kelas berakhir, sambil bincang santay peserta mendapat asupan makanan yang telah disediakan: serba rebusan. Ada pisang rebus sumbangan Mbak Tarita, kacang, ubi, tales, local adamame (alias kedele) belanjaan yudhi dari pasar bechek, dan minuman wedhang secang, yang dipercaya masyarakat jawa dapat membangkitkan vitalitas, (mungkin semacam aprodisiak ya? (ini gosipnya yudhi)), tapi yang pasti bikini hangat badan, cocoklah kalau lagi hujan…, karena ingredent-nya yang ada jahe, cabe jawa, sirih, kayumanis, dll. Dalam suasana santay dan becanda-canda itu, ada sharing/perkenalan tentang Meditasi Kesehatan dari Bali Usada (Bali Health Meditation) oleh salah satu pembimbing-nya untuk wilayah Jakarta, Bpk Putu Dhana. Untuk meditasi ini peserta tidak lagi dipungut biaya, juga hidangan semua sudah included dengan membayar donasi yang minmal Rp. 50.000,- (sekali lagi, limapuluh ribu) itu… (Gue pikir-pikir…ditengah-tengah perdebatan “ekonomi kerakyatan yang kedengarannya smart&sexy itu vs ekonomi noe-lib yang banyak ditentang”, tanpa berpihak ke ideologi yang mana, dan tanpa jargon kecap nomer satu seperti para capres, dan kalau Yoga Gembira ini diikuti banyak orang di banyak tempat, bukan tidak mungkin bisa mensejahterakan banyak orang (ciaile…), dan bisa menggerakkan ekonomi masyarakat.. bisa jadi ini suatu gerakan ekonomi menuju Indonesia Baru yang lebih makmur, suatu YOGANOMICS…(hehe… Patanjali yang berselancar diantara Keynes dan Adam Smith…haha…apapula ini yoganomics yud?...tunggu ye gue mau coba bikin thesis ini..).

Pak Putu menjelaskan tentang korelasi yang kuat antara tubuh dan pikiran. Jika pikiran tidak baik tentu akan mempengaruhi kadar kesehatan tubuh, demikian juga sebaliknya. Latihan meditasi ala Bali Usada ini melatih pikiran agar lebih kuat, dengan cara dibuat kuat konsentrasi-nya, mengharmoniskan pikiran yang akan menghasilkan pikiran yang bijaksana, yang dari situ akan menghasilkan efek kesehatan di tubuh fisik.

Karena uenak tenan…banyak peserta mau juga kalau “Yoga Gembira” dilakukan di Ruamah Yoga lagi…tapi, yudhi pikir sih gak bisa terus juga, selain Social Yoga Club perlu “menjemput bola”, agar daerah dan masyarakat lain bisa merasakan dan ikut bergembira, karenanya jadi seperti nomaden, kita perlu juga pikirkan costumer Rumah Yoga, khususnya yang akan ke spa yang sampai sore hari itu, biasanya masih tetap banyak…tapi itu yaa tergantung Rumah Yoga dan kesepakatan peserta semua. Dan karena ini negeri, eh kelompok yoga demokratis, perlu digosipin, dibicarakan, didiskusiin bersama dengan tetap dalam koridor: Beryoga, Bergembira, Berilmu, Berkesenian, dan Beramal… Selanjutnya, walau telah diinformasikan, setelah beryoga, peserta dapat pindah tongkrongan, nonton bareng pementasan Teater Koma dalam lakon “Tanda Cinta” di Salihara Pasar Minggu, namun hanya yudhi dan Lucy yang pergi nonton.

 
Laporan Keuangan

Pendapatan

Uang Terkumpul (9x50.000)     Rp        450.000,-
Donasi Sdr Ati                         Rp          50.000,-
                                            ===========
T o t a l                                 Rp        500.000,-

Pengeluaran (kue2+sechang)   Rp          80.000,-
Tip ke staff Rmh Yoga             Rp          70.000,-       
                                           ===========
                                                        150.000,-

                                             Rp        350.000,-

20% (good karma peserta)                     70.000,-   * ke Kas Social Yoga Club *)
Buah Karma Yudhi                     Rp       280.000,-

(kata orang Betawi…rejeki kagak kemane-mane… hehehe…)


*)Kas Social Yoga Club untuk disumbangkan bagi biaya pendidikan dan kesehatan untuk anak-anak jalanan/yang tidak mampu. Dari kumpulan kelas-kelas sebelumnya, ditambah kelas di Rumah Yoga ini totalnya menjadi:

 

21 Maret          : Rp      40.000,-
28 Maret          : Rp      90.000,-
4 April              : Rp      120.00,-
11 April            : Rp        20.00,-
16 May            : Rp      200.000,-
23 May            : Rp        70.000,-
======================
T o t a l            : RP      540.000,- (limaratus empat puluh ribu rupiah saja)
Last Updated on Wednesday, 27 May 2009 04:24
 

Photo Gallery

viagra