| Belajar Yoga Belajar Memahami Alam: Filosofi Taman |
|
|
|
| Written by Yudhi Widdyantoro |
| Sunday, 15 May 2011 15:58 |
|
There are no translations available. (sebuah lagu anak-anak dengan nada riang gembira) Seperti lagu anak-anak di atas yang dibawakan dengan nada riang gembira, begitu juga seharusnya kita memasuki sebuah kebun, taman atau bahkan hutan raya. Memasuki sebuah taman seharusnya disertai dengan hati yang senang. Di dalam taman akan kita jumpai bunga mawar, bunga melati.
Ada pohon besar menjulang bagai raksasa dengan batang yang kokoh, ada pohon-pohon tanaman lunak yang menghasilkan buah-buahan yang dapat dimakan, ada pula tanaman merambat, tumbuhan beledu, rerumputan, sampai jamur dan lumut. Tidak ketinggalan binatang yang biasanya hadir di taman tersebut: burung dan unggas, atau juga belalang, semut, capung, kupu-kupu, cacing, nyamuk, katak, dan mungkin juga ular. Semua mahluk yang hidup ini bertahan dan tetap eksis karena adanya salingketergantungan antara satu dengan lainnya. Mereka, masing-masing ada karena keberadaan yang lainnya. Inilah hukum alam. Mereka saling menghormati sesuai dengan bagian dan porsinya masing-masing. Lumut, benalu atau humus, rayap dan semut sekalipun, tetap saja ada manfaatnya bagi kelangsungan hidup keseluruhan ekosistem di taman ini. Sekarang perhatikan juga tubuh kita sendiri. Tampak dari luar ada anggota badan seperti kaki, tangan, mata, kuping, dan lain-lain yang terbungkus oleh kulit dengan pori-porinya. Interior atau bagian dalam tubuh kita ada jantung, paru-paru sebagai organ untuk respirasi. Ada juga liver, ginjal, usus, dan sebagainya. Tubuh kita ditopang oleh tulang dan syaraf yang tidak tampak secara kasat mata. Tubuh kita, yang terlihat dari luar dan yang di bagian dalam terhubung oleh syaraf-syaraf yang dialiri oleh darah dan asupan oksigen-nya. Masing-masing organ atau bagian tubuh kita mempunyai tugas dan fungsi yang spesifik. Masing-masing saling tergantung dan juga saling mendukung. Jika salah satu dari bagian tubuh ini tidak berfungsi sebagaimana seharusnya dan mempengaruhi mekanisme kerja tubuh secara keseluruhan dan akan menimbulkan sumbatan yang kita kenal sebagai sakit. Jadi sesungguhnya, pengertian sehat dalam arti yang lebih luas adalah bukan hanya tidak adanya penyakit di dalam tubuh kita, tapi adalah karena tidak bekerjanya salah satu, atau beberapa organ di dalam tubuh kita sebagaimana mestinya. Di dalam kita berlatih yoga, katakanlah berlatih asanas atau postur-postur, walau mungkin akan terlihat cemen, sederhana, bukan postur untuk tingkat advance yang aneh dan menuntut kelenturan tinggi, ada juga manfaatnya. Baik manfaat secara fisikal, berupa bonus kesehatan, atau juga sebagai sarana untuk kita berlatih meningkatkan kesadaran akan keberadaan kita sendiri. Tentunya dengan pengertian akan kesalingterhubungan antarorgan di dalam tubuh kita, dan juga antara organ di dalam tubuh dengan alam sekeliling kita, seperti perlunya bernafas. Nafas yang tidak boleh ditahan selama dalam melakukan postur. Dan nafas itu bersumber dari oksigen yang disediakan oleh alam, khususnya pepohonan. Bisa dibayangkan kalau keseimbangan ekosistem di jagat raya terganggu, maka akan rusak juga sumber oksigen, dan tentu saja asupan energi untuk tubuh kita juga akan merasakan dampaknya. Binatang dan tumbuhan yang banyak dipakai menjadi nama postur yoga telah memberi inspirasi sehat bagi manusia. Dari perjalanan kita ke sebuah taman, dan bagaimana hubungan kita, manusia, dengan semua yang ada di taman, diri kita ini adalah sarana terbaik untuk memahami kehidupan ini secara holistik. Dan, dari yoga kita akan belajar memahami alam. Dengan menjaga kelestarian alam, bumi tempat kita berpijak akan akan memberi asupan sehat untuk kita, dan hidup kita pun akan sehat. Yudhi Widdyantoro Pengecer jasa yoga |
| Last Updated on Sunday, 15 May 2011 16:14 |